sri telah pergi meninggalkan aku
kabur bersama kemarau durjana
meninggalkan tandus bersama debu
meninggalkan tubuh yang makin kurus
makin layu
aku terkukung dalam hina dalam tirani kemunafikan, terombang-ambing buas nafsu terlumat sang waktu. aku tergilas fatamorgana, terperosok dalam jurang kebodohan, ketololan. terhina oleh kemenangan tersesat,tersesat dari keadilan aku terbelenggu fana, dalam hegemoni penuh nafsu terkembang dengan asa, iri dan dengki tercerabut, tersudut dalam lembah kenistaan
HOME
Selasa, 24 Juni 2008
ranting itu aku
aku adalah ranting yang rapuh
maka jangan kau gelanyuti aku dengan sepenuh hatimu
karna mungkin aku akan patah
atau bahkan runtuh dan takkan bisa kau gelanyuti lagi
berserak di tanah menjadi sampah
membusuk,
dan takkan lagi bisa menjadi tempatmu berteduh
maka jangan kau gelanyuti aku dengan sepenuh hatimu
karna mungkin aku akan patah
atau bahkan runtuh dan takkan bisa kau gelanyuti lagi
berserak di tanah menjadi sampah
membusuk,
dan takkan lagi bisa menjadi tempatmu berteduh
Selasa, 20 Mei 2008
labirin
kaki kecilku melangkah tertatih
menyusuri terjalnya jurang kehidupan
meniti jembatan zaman
berlari di dalam labirin kemiskinan
aku berfikir
dengan hati kalut, yang lebih ribut dari pakaianku yang kusut
inikah peradaban atau ini adalah kebiadaban
tapi biarkan penggal-penggal ritmis ini tetap
karena penderitaan akan menjadi lebih puitis
menyusuri terjalnya jurang kehidupan
meniti jembatan zaman
berlari di dalam labirin kemiskinan
aku berfikir
dengan hati kalut, yang lebih ribut dari pakaianku yang kusut
inikah peradaban atau ini adalah kebiadaban
tapi biarkan penggal-penggal ritmis ini tetap
karena penderitaan akan menjadi lebih puitis
lepas
bukan karena kemukus atau cirus
diri hanya menuju pada kepastian hakiki
bercerai dengan wadag terhina
menari bebas di alam abadi
aku telah lepas membebaskan diri dari pancaroba kehidupan
memutus continuitas reinkarnasi
menjadi diri yang sejati
diri hanya menuju pada kepastian hakiki
bercerai dengan wadag terhina
menari bebas di alam abadi
aku telah lepas membebaskan diri dari pancaroba kehidupan
memutus continuitas reinkarnasi
menjadi diri yang sejati
1/3 malam
laksana peri dimalam hari
telanjang memancarkan wangi
menggoda kekasih untuk bercumbu
mengajak jiwa bersatu
memanggil pada setiap aku
berbicara dalam kebisuan beku
merayu menawarkan tubuh
kenikmatan yang belum tersentuh
telanjang memancarkan wangi
menggoda kekasih untuk bercumbu
mengajak jiwa bersatu
memanggil pada setiap aku
berbicara dalam kebisuan beku
merayu menawarkan tubuh
kenikmatan yang belum tersentuh
siluet cinta
menguap, mencair, mengembun dan jiwapun membeku
merah telah memerah darah
hangat, menghangatkan lalu membunuh
tanpa mengaduh, tanpa rikuh
mengharu biru
hitam kini makin legam, makin suram, makin menenggelamkan
namun ketika jingga memancar membentuk siluet cinta
jiwapun terlena dalam fatamorgana, surga
merah telah memerah darah
hangat, menghangatkan lalu membunuh
tanpa mengaduh, tanpa rikuh
mengharu biru
hitam kini makin legam, makin suram, makin menenggelamkan
namun ketika jingga memancar membentuk siluet cinta
jiwapun terlena dalam fatamorgana, surga
Selasa, 22 April 2008
aku yang telah hilang dan terlupakan zaman
dari peradaban dan sepinya peran
dalam keangkuhan, keegoisan dan kemunafuikan
kuharapkan cinta, kasih dan kesetiaan
aku yang enggan menjadi karang
akan hancur diterjang ombak. menjadi pasir dan debu
yang akan diterbangkan angin,
tanpa tahu arah dan tujuan
aku ingin seperti air
aku ingin seperti ombak
yang menghentak di dadamu
yang mengikis keangkuhan hatimu
yang menuangkan cinta di relung sukmamu
aku ingin menjadi angin
yang dengan semilirku kusejukkan hatimu
yang dengan tiupanku kubisikkan harmoni cintaku
dan kunaungi engkau dengan keagungan
dari peradaban dan sepinya peran
dalam keangkuhan, keegoisan dan kemunafuikan
kuharapkan cinta, kasih dan kesetiaan
aku yang enggan menjadi karang
akan hancur diterjang ombak. menjadi pasir dan debu
yang akan diterbangkan angin,
tanpa tahu arah dan tujuan
aku ingin seperti air
aku ingin seperti ombak
yang menghentak di dadamu
yang mengikis keangkuhan hatimu
yang menuangkan cinta di relung sukmamu
aku ingin menjadi angin
yang dengan semilirku kusejukkan hatimu
yang dengan tiupanku kubisikkan harmoni cintaku
dan kunaungi engkau dengan keagungan
Sang Kelana Malam
akulah kelelawar
Sang kelana malam
mataku pikiran
pendengaranku jiwa
jiwaku adalh kebebasan
pikiranku adalah pemberontakan
jiwaku, jiwa liar
pikiranku, pikiran jalang
akulah Sang kelana malam
pagiku kelam,
siangku mencekam,
dan malamku kesempurnaan
Sang kelana malam
mataku pikiran
pendengaranku jiwa
jiwaku adalh kebebasan
pikiranku adalah pemberontakan
jiwaku, jiwa liar
pikiranku, pikiran jalang
akulah Sang kelana malam
pagiku kelam,
siangku mencekam,
dan malamku kesempurnaan
Jumat, 11 April 2008
Dia
Dia
nyawanya tergantung pada karya
pada sebatang kretek yang di isap
sebotol arak yang ditenggak
atau pada mencekamnya malam
dia
hidup demi sebuah pengabdian
menghancurkan diri
mengeksploitasi jiwa dan penderitaan
penggal-penggal lirik ritmis nan liris
dia
hidup di alam fatamorgana
menguntai kata dalam bahasa cinta
harmonisasi seni dan keindahan surga
aforisma tanpa nada, hanya jiwa
nyawanya tergantung pada karya
pada sebatang kretek yang di isap
sebotol arak yang ditenggak
atau pada mencekamnya malam
dia
hidup demi sebuah pengabdian
menghancurkan diri
mengeksploitasi jiwa dan penderitaan
penggal-penggal lirik ritmis nan liris
dia
hidup di alam fatamorgana
menguntai kata dalam bahasa cinta
harmonisasi seni dan keindahan surga
aforisma tanpa nada, hanya jiwa
Jumat, 04 April 2008
puisi
Tentang aku
aku terkukung dalam hina
dalam tirani kemunafikan
terombang-ambing buas nafsu
terlumat sang waktu
aku tergilas fatamorgana
terperosok dalam jurang kebodohan
ketololan
aku terhina oleh kemenangan
tersesat,tersesat dari keadilan
aku terbelenggu dalam fana
dalam hegemoni penuh nafsu
terkembang dengan asa, iri dan dengki
tercerabut, tersudut dalam lembah kenistaan
aku terkukung dalam hina
dalam tirani kemunafikan
terombang-ambing buas nafsu
terlumat sang waktu
aku tergilas fatamorgana
terperosok dalam jurang kebodohan
ketololan
aku terhina oleh kemenangan
tersesat,tersesat dari keadilan
aku terbelenggu dalam fana
dalam hegemoni penuh nafsu
terkembang dengan asa, iri dan dengki
tercerabut, tersudut dalam lembah kenistaan
Langganan:
Komentar (Atom)