HOME

Selasa, 20 Mei 2008

siluet cinta

menguap, mencair, mengembun dan jiwapun membeku
merah telah memerah darah
hangat, menghangatkan lalu membunuh
tanpa mengaduh, tanpa rikuh
mengharu biru
hitam kini makin legam, makin suram, makin menenggelamkan
namun ketika jingga memancar membentuk siluet cinta
jiwapun terlena dalam fatamorgana, surga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar