kaki kecilku melangkah tertatih
menyusuri terjalnya jurang kehidupan
meniti jembatan zaman
berlari di dalam labirin kemiskinan
aku berfikir
dengan hati kalut, yang lebih ribut dari pakaianku yang kusut
inikah peradaban atau ini adalah kebiadaban
tapi biarkan penggal-penggal ritmis ini tetap
karena penderitaan akan menjadi lebih puitis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar