aku yang telah hilang dan terlupakan zaman
dari peradaban dan sepinya peran
dalam keangkuhan, keegoisan dan kemunafuikan
kuharapkan cinta, kasih dan kesetiaan
aku yang enggan menjadi karang
akan hancur diterjang ombak. menjadi pasir dan debu
yang akan diterbangkan angin,
tanpa tahu arah dan tujuan
aku ingin seperti air
aku ingin seperti ombak
yang menghentak di dadamu
yang mengikis keangkuhan hatimu
yang menuangkan cinta di relung sukmamu
aku ingin menjadi angin
yang dengan semilirku kusejukkan hatimu
yang dengan tiupanku kubisikkan harmoni cintaku
dan kunaungi engkau dengan keagungan
aku terkukung dalam hina dalam tirani kemunafikan, terombang-ambing buas nafsu terlumat sang waktu. aku tergilas fatamorgana, terperosok dalam jurang kebodohan, ketololan. terhina oleh kemenangan tersesat,tersesat dari keadilan aku terbelenggu fana, dalam hegemoni penuh nafsu terkembang dengan asa, iri dan dengki tercerabut, tersudut dalam lembah kenistaan
HOME
Selasa, 22 April 2008
Sang Kelana Malam
akulah kelelawar
Sang kelana malam
mataku pikiran
pendengaranku jiwa
jiwaku adalh kebebasan
pikiranku adalah pemberontakan
jiwaku, jiwa liar
pikiranku, pikiran jalang
akulah Sang kelana malam
pagiku kelam,
siangku mencekam,
dan malamku kesempurnaan
Sang kelana malam
mataku pikiran
pendengaranku jiwa
jiwaku adalh kebebasan
pikiranku adalah pemberontakan
jiwaku, jiwa liar
pikiranku, pikiran jalang
akulah Sang kelana malam
pagiku kelam,
siangku mencekam,
dan malamku kesempurnaan
Jumat, 11 April 2008
Dia
Dia
nyawanya tergantung pada karya
pada sebatang kretek yang di isap
sebotol arak yang ditenggak
atau pada mencekamnya malam
dia
hidup demi sebuah pengabdian
menghancurkan diri
mengeksploitasi jiwa dan penderitaan
penggal-penggal lirik ritmis nan liris
dia
hidup di alam fatamorgana
menguntai kata dalam bahasa cinta
harmonisasi seni dan keindahan surga
aforisma tanpa nada, hanya jiwa
nyawanya tergantung pada karya
pada sebatang kretek yang di isap
sebotol arak yang ditenggak
atau pada mencekamnya malam
dia
hidup demi sebuah pengabdian
menghancurkan diri
mengeksploitasi jiwa dan penderitaan
penggal-penggal lirik ritmis nan liris
dia
hidup di alam fatamorgana
menguntai kata dalam bahasa cinta
harmonisasi seni dan keindahan surga
aforisma tanpa nada, hanya jiwa
Jumat, 04 April 2008
puisi
Tentang aku
aku terkukung dalam hina
dalam tirani kemunafikan
terombang-ambing buas nafsu
terlumat sang waktu
aku tergilas fatamorgana
terperosok dalam jurang kebodohan
ketololan
aku terhina oleh kemenangan
tersesat,tersesat dari keadilan
aku terbelenggu dalam fana
dalam hegemoni penuh nafsu
terkembang dengan asa, iri dan dengki
tercerabut, tersudut dalam lembah kenistaan
aku terkukung dalam hina
dalam tirani kemunafikan
terombang-ambing buas nafsu
terlumat sang waktu
aku tergilas fatamorgana
terperosok dalam jurang kebodohan
ketololan
aku terhina oleh kemenangan
tersesat,tersesat dari keadilan
aku terbelenggu dalam fana
dalam hegemoni penuh nafsu
terkembang dengan asa, iri dan dengki
tercerabut, tersudut dalam lembah kenistaan
Langganan:
Komentar (Atom)